Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Cara Menguji Visi

Karir & Perusahaan | 327 Views

Tips Psikologi Perencanaan Karir: Cara Menguji Visi yang Kita Punya

12 September 2017 | Penulis: Hesti Nur Lestari, S.Psi, MM, Psikolog.

Cara Menguji Visi yang Kita Punya. Do You See The Elephant, or Just The Tail? Get The Picture Right and Have Your First Taste. Pernah dengar cerita tentang orang buta yang ingin tahu tentang gajah kan? Orang buta yang baru meraba ekor gajah langsung menyimpulkan bahwa gajah itu bentuknya panjang seperti tali; yang kita tahu tentu saja tidak akurat.

Saat menentukan visi profesional, kamu juga perlu memastikan bahwa persepsi dan pemahaman kamu tentang bidang kerja dan pekerjaan impian kamu itu cukup akurat, tidak seperti orang buta yang hanya tahu gajah dari ekornya saja, juga up-to-date, karena pekerjaan dan bidang kerja berubah dengan dinamis.

Baca Juga:

Tips Psikologi Perencanaan Karir: Menguji Visi yang Hakiki.

Tidak jarang kita mengidamkan bekerja di satu bidang atau satu pekerjaan, dengan hanya mengetahui sisi luar atau hasilnya yang terlihat.

Bekerja di bidang broadcasting menjadi reporter televisi, misalnya. Kelihatannya asik dan seru. Bisa masuk tivi, bisa sering traveling, kerjanya mobile – tidak terpaku di kantor terus, dan bisa ketemu banyak orang. Termasuk orang-orang besar dan terkenal.

Namun yang ‘tidak kelihatan’ adalah kerja keras di baliknya. Kerja tidak mengenal waktu, harus siap terjun ke medan apa pun dan meninggalkan keluarga. Kita juga harus siap menunggu dan mengejar-ngejar nara sumber siang-malam. Dalam kondisi kerja di lapangan yang seringkali tidak bisa dibilang nyaman.

Ingin jadi pengusaha sukses dan kaya raya, itu adalah hasil yang terlihat. Yang tidak banyak orang melihatnya adalah proses jatuh bangun. Kita haurs banting tulang ditambah deg-degan memikirkan risiko bisnisnya.

Agar tidak kecewa di kemudian hari, kamu perlu mencari jalan untuk bisa “mengintip”, dan kalau bisa “icip-icip”, pekerjaan idaman kamu itu. Seperti apa dunianya, bagaimana mereka melakukan pekerjaan itu, bagaimana rasanya ada di sana dan melakukan pekerjaan itu.

To know what it is actually that you’re going to deal with.

Cara Menguji Visi Yang Kita Punya

Untuk Menguji Visi yang kita punya, Kamu bisa melakukan beberapa cara berikut ini:

  1. Cara Menguji Visi dengan Interview Nara Sumber

    Cara paling efektif untuk mendapatkan informasi adalah dengan menanyakannya langsung kepada orang yang telah berada di bidang dan mengerjakan pekerjaan yang kamu maksud.

    Untuk itu, pertama-tama tentu saja kamu perlu menemukan ‘nara sumber’ ini. lebih baik bila lebih dari satu orang. Cara menemukan nara sumber:

    Layer 1

    Jalan paling mudah tentu saja mencarinya di dalam lingkaran orang-orang yang telah kamu kenal layer 1. Bisa senior, dosen, saudara, kerabat, tetangga, dan kenalan yang lainnya.

    Layer 2

    Bila tidak ada di antara mereka, gunakan layer 2: Kamu bisa bertanya kepada orang-orang di layer 1. Apakah mereka mengenal orang-orang yang bekerja dalam bidang dan pekerjaan tersebut.

    Layer 3

    Bila ternyata nara sumber yang direferensikan ternyata belum pas juga dengan yang kamu inginkan. Kamu bisa minta referensi lagi kepada mereka untuk mendapatkan nara sumber yang lebih pas.

    Baca juga:

    Tips Psikologi: Cara Interview Narasumber yang Lebih Senior.

  2. Cara Menguji Visi dengan Observasi

    Sekarang saatnya kamu melihat langsung dari dekat, tempat kerja idaman kamu dan menyaksikan para nara sumber ‘in action’.
    Banyak cara bisa dilakukan untuk mendapatkan kesempatan ini, baik secara formal, semi formal atau pun informal. Seringkali, tapi tidak selalu, sambil melakukan observasi kamu bisa sekaligus melakukan interview terhadap nara sumber.

    Secara formal

    Kamu bisa meng-organize beberapa teman dari kampus. Lalu secara resmi memintalah izin untuk melakukan ‘Plant Tour‘ atau ‘Job Site Visit‘ ke suatu perusahaan. Kalau perusahaan tersebut welcome, mereka akan menyediakan ‘tour guide’. Untuk mengantar berkeliling tempat kerja dan menjelaskan segala sesuatunya. Pada saat ini sang tour guide bisa menjadi nara sumber kamu.
    Cara lain, kamu bisa meminta kepada nara sumber yang sudah kamu temui untuk mengizinkan kamu memperhatikannya langsung di tempat kerjanya. Tentunya tanpa mengganggu pekerjaan mereka.

    Cara yang informal

    Kamu bisa langsung datang ke tempat kerja yang sifatnya publik, dan memperhatikan mereka bekerja.
    Misalnya, bila kamu berencana membuka bengkel sepeda motor. kamu bisa nongkrong di sebuah bengkel sepeda motor yang menurut kamu bagus. Sambil menservis sepeda motor kamu sendiri. Di situ kamu bisa memperhatikan bagaimana segala sesuatunya berjalan di dalam bengkel tersebut.

  3. CaraMenguji Visi dengan Partisipasi

    Cara ini lebih powerful lagi untuk mendapatkan insight tentang pekerjaan idaman kamu.
    Partisipasi berarti kamu ikut ‘icip-icip‘, dengan mengalami langsung. Ikut terjun melakukan pekerjaan tersebut atau paling tidak menjadi bagian dari tempat kerjanya. Tidak sekedar mengamati dan bertanya.

    Contoh partisipasi adalah dengan menjadi pekerja magang atau menawarkan diri untuk menjadi ‘asisten’ selama beberapa waktu. Jika belum ada kesempatan seperti itu, kamu juga bisa mencari kesempatan melakukan partisipasi yang lebih singkat.

    Misalnya, kamu bisa bertanya kepada nara sumber. Apakah ada kesempatan di mana kamu bisa ‘mingle‘ atau ikut ambil bagian di dalam suatu kegiatan (program/event) dalam profesi mereka. Baik kegiatan formal yang langsung berhubungan dengan pekerjaan. Ataupun yang santai dan informal. Misalnya ikutan hang-out atau gathering bareng rekan-rekan seprofesinya.

    Saat berpartisipasi, kamu juga bisa berinteraksi dan mendapatkan informasi dari orang-orang lain yang berhubungan dengan pekerjaan tersebut. Mereka sangat mungkin memiliki sudut pandang yang berbeda terhadap pekerjaan tersebut. Seperti para pelanggan, karyawan di bagian lain, atasan maupun bawahan dari orang yang mengerjakan pekerjaan idaman kamu. Hal ini bisa memperkaya informasi yang kamu peroleh seputar pekerjaan idaman kamu tersebut.

  4. Cara Menguji Visi dengan Media Searching

    Cara ini bisa dilakukan untuk mengawali dan melengkapi informasi yang telah kamu dapatkan melalui cara-cara yang lain. Tapi tidak bisa menggantikan.
    Kamu bisa mencari berbagai informasi mengenai orang-orang dan organisasi yang berkecimpung di bidang tersebut. Khususnya mereka yang telah sukses. Kamu bisa melakukan pencarian di public media. Baik yang tercetak maupun yang online.

    Bisa dalam bentuk:

    • artikel,
    • features,
    • liputan,
    • biografi,
    • jurnal,
    • foto-foto, video, dll,
    • di social media (Facebook, Twitter, Instagram dan sejenisnya),
    • profesional networking media (semacam Linkedin, miling list suatu profesi),
    • termasuk di sini virtual community (komunitas yang melakukan aktivitasnya di dunia maya).

    Media searching juga bisa digunakan sebagai jalan untuk memulai kontak dan networking dengan orang-orang atau organisasi tersebut.

      • Be friend at Facebook,
      • follow Twitter account dan Instagram mereka,
      • connect dengan mereka di Linkedin,
      • kirim email ke alamat kontak yang ada di Website mereka,
      • sign in di komunitas virtual.

    Oke, dan kamu pun terkontak dengan mereka. Amazing, beruntungnya kita hidup di era Internet.

Dari hasil semua pencarian ini, kamu bisa Menguji Visi yang Kita punya. Apakah bidang dan pekerjaan tersebut memang yang kamu inginkan. Kemungkinannya adalah kamu akan merasa lebih mantap dengan bidang dan pekerjaan tersebut, atau sebaliknya. Hasilnya bisa jadi tidak seperti yang kamu harapkan.

Kamu bisa pertimbangkan apakah tetap dengan visi tersebut, berputar haluan ke bidang/pekerjaan lain, atau melakukan beberapa penyesuaian. Inilah gunanya Menguji Visi yang Kita Punya. Kamu juga bisa melakukan pencarian untuk beberapa pekerjaan atau bidang. Hal itu perlu untuk melihat mana yang ternyata paling sesuai dengan kamu.

Bingung dengan Cara Menguji Visi yang Kita Punya? Segera hubungi PSYLine.id Psikologi Online Indonesia untuk konsultasi Psikologi dengan Pikolog Profesional PSYLine.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Salam bahagia.

Tentang Penulis

Hesti Nur Lestari, S.Psi, MM, Psikolog.

Psikolog lulusan Universitas Indonesia,
Magister Business Management dari IPMI International Business School
Konsultan, Trainer, Asesor, Konselor, Aktivis Sosial
Ibu yang bangga dari 3 anak keren, life-long learner & penikmat seni.

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan