Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Cara Mengatasi Rasa MINDER

Gaya Hidup & Sosial | 9667 Views

Cara Mengatasi Rasa MINDER. Apa Sebab dan Akibat dari rasa MINDER.

15 Mei 2017 | Penulis: Wulan Arumbi

Minder atau Harga diri rendah adalah suatu perasaan negatif terhadap diri sendiri, hilangnya kepercayaan diri, dan gagal mencapai tujuan. Biasanya akan diekspresikan secara langsung maupun tidak langsung. Penurunan harga diri ini dapat bersifat situasional, kronis atau menahun. Apa Sebab dan Akibat dari rasa MINDER? Ayo kita belajar cara mengatasi rasa minder.

Minder atau sifat rendah diri adalah salah satu sifat manusia yang negatif. Sifat minder ini bisa jadi berbahaya dalam pembentukkan diri seseorang, ibarat penyakit yang akan menggerogoti hidupnya.

Sebenarnya minder adalah perasaan alami manusia yang diberikan Tuhan agar manusia tidak kelewat percaya diri dan akhirnya sombong. Selain orang gila dan orang mabuk, setiap orang waras pasti memiliki rasa minder, hanya saja konteks dan kadarnya berbeda-beda.

Selama kita melakukan hal yang benar dan halal, sebenarnya tidak ada alasan bagi kita untuk merasa minder. Kalaupun kita belum mampu melakukan sesuatu, sebagai manusia kita bisa belajar dulu. Dan belajar cara Mengatasi Rasa MINDER.

Masalahnya beberapa orang ternyata meletakkan rasa minder pada tempat yang salah, sehingga kehidupan dan kesuksesannya terhambat oleh rasa minder itu.

PsyLine.id Psikologi Online Indonesia akan membahas tentang Cara Mengatasi Rasa MINDER. Apa Sebab dan Akibat dari rasa MINDER.

Tanda-tanda seseorang itu dikatakan mider

20 tanda orang minder

Berikut ini pola perilaku seorang yang minder.

  1. Merasa diri rendah, bodoh, tidak mampu, tidak pantas
  2. Kesulitan dalam bergaul, susah mendapatkan teman baru.
  3. Merasa kurang nyaman jika ada seseorang yang mendekatinya.
  4. Tidak berani memulai percakapan atau perkenalan dengan orang lain.
  5. Malu mengungkapkan ide atau pendapatnya kepada orang lain.
  6. Demam panggung, takut berbicara di depan umum (public speaking phobia).
  7. Ketika masuk dalam lingkungan baru.
    Dia cemas dan takut kalau orang-orang di lingkungan baru tersebut menolak atau tidak menyukainya.
  8. Suka menyendiri karena merasa tidak ada yang mau berteman.
  9. Tegang atau grogi ketika berhadapan dengan orang lain yang baru dikenal sehingga tingkah lakunya terlihat kaku.
  10. Merasa bahwa orang lain selalu memperhatikan kelemahannya.
  11. Menganggap orang lain lebih hebat daripada dirinya.
  12. Membandingkan kelemahan dirinya dengan kelemahan orang lain.
  13. Sensitif terhadap perkataan orang lain, meskipun hanya bercanda.
  14. Fokus pada kelemahan diri.
    Orang minder selalu punya seribu alasan untuk menyalahkan atau meremehkan dirinya sendiri.
  15. Sering menolak apabila diajak ke tempat-tempat yang banyak orang.
  16. Tidak berani menerima tanggung jawab yang besar karena takut gagal.
  17. Kecewa pada diri sendiri karena tidak percaya diri.
    Biasanya suka marah kepada orang lain yang tidak memperhatikan atau menghargainya.
  18. Sering murung, mudah merasa sedih, dan lelah.
  19. Kurang semangat dalam menjalani aktivitas dan mudah menyerah.
  20. Sering melamun.

Apakah ada beberapa gejala minder di atas anda alami juga? Bila iya, maka anda harus tahu cara Mengatasi Rasa MINDER.

Penyebab Rasa Minder.

Setiap manusia yang lahir di dunia hanya membawa dua rasa takut alami, yaitu takut pada ketinggian dan suara keras. Jika Anda sekarang punya rasa takut, malu, grogi, atau minder selain kedua rasa takut tersebut. Maka dipastikan rasa takut yang Anda miliki bukan karena secara genetis Anda punya sifat itu. Rasa minder yang Anda alami sekarang adalah pengaruh dari lingkungan Anda.

Penyebab anan jadi MINDER

Beberapa alasan kenapa minder bisa menjangkiti seseorang.

  1. Pengaruh lingkungan.
    Seorang bisa menjadi minder apabila selalu dilarang, disalahkan, tidak dipercaya, diremehkan oleh lingkungannya.
  2. Sering diremehkan dan dikucilkan oleh teman sejawat.
  3. Pola asuh orang tua yang sering melarang dan membatasi kegiatan anak.
  4. Orang tua yang selalu memarahi kesalahan anak.
    Suka memarahi tapi tidak pernah memberi penghargaan apabila anak melakukan hal yang positif.
  5. Kurang kasih sayang, penghargaan, atau pujian dari keluarga.
  6. Tertular sifat orang tua atau keluarga yang minder.
  7. Trauma kegagalan di masa lalu.
  8. Trauma dipermalukan atau dihina di depan umum.
  9. Merasa diri tidak berharga lagi karena pernah dilecehkan secara seksual.
  10. Merasa bentuk fisik tidak sempurna.
    Padahal, berapa banyak tokoh besar yang tetap percaya diri meskipun secara fisik kurang menarik?
  11. Merasa berpendidikan rendah.
    Padahal tidak dibutuhkan pendidikan tinggi untuk menjadi berhasil. Banyak pengusaha yang kaya raya meskipun tidak pernah kuliah dan sekolahnya awut-awutan.

Akibat minder atau harga diri rendah.

MINDER dapat menghambat Prestasi dan Rezeki

  1. Harga diri rendah dapat berisiko terjadinya isolasi sosial.

    yang sering ditunjukkan dengan perilaku antara lain:

    • Mengungkapkan enggan untuk memulai hubungan/pembicaraan.
    • Mengungkapkan perasaan malu untuk berhubungan dengan orang lain.
    • Mengungkapkan kekhawatiran terhadap penolakan oleh orang lain.
    • Kurang spontan ketika diajak bicara.
    • Apatis.
    • Ekspresi wajah kosong.
    • Menurun/tidak adanya komunikasi verbal.
    • Bicara dengan suara pelan dan tidak ada kontak mata saat berbicara.
  2. Membuat anda diam di tempat.

    Sementara teman-teman anda sudah melaju beberapa langkah ke depan dengan kreativitas dan inovasi yang dimilikinya. Orang yang minder hanya akan diam tidak ada perubahan dalam hidupnya.

  3. Menciptakan perasaan tidak tenang.

    Ketika anda sedang dihadapkan dengan suatu tantangan anda akan merasakan Tidak tenang, bingung, serba salah, gelisah secara keseluruhan. Karena itu rasa minder akan menjadikan otak anda berfikir positif untuk menciptakan sesuatu yang bernilai. Terlebih untuk menjadikan sebuah tantangan dapat berakhir dengan sempurna.

  4. Pesimis.

    Rasa pesimis adalah satu pemikiran yang sangat berbahaya. Bila anda selalu berputus asa, secara perlahan anda akan di bawa ke arah kegelapan. Ujung-ujungnya selalu penuh dengan kesusahan dan keluh kesah. Itulah yang akan terjadi bila anda tidak percaya diri. Anda tidak akan pernah bisa percaya bahwa anda dapat melakukannya dengan baik.

  5. Takut terhadap hal baru.

    Rasa pesimis yang dibiarkan akan membunuh karakter dan mimpi besar. Yang sebenarnya sangat indah dalam pikiran anda sehingga menjadikan anda takut terhadap hal baru. Tanpa anda ketahui, sebenarnya banyak hal baru yang akan membuat hidup anda lebih indah. Aakan lebih bermanfaat, lebih terarah, dan pastinya akan merubah kualitas hidup ke arah yang lebih baik lagi.

  6. Menghambat rezeki.

    Ketika anda tidak yakin dengan kemampuan yang anda miliki. Anda tidak akan pernah menemukan harta karun terbesar yang ada di dunia ini. Ya, secara tidak langsung anda telah menutup pintu rezeki anda sendiri akibat merasa tidak percaya diri.

Cara Mengatasi Rasa MINDER.

15 Langkah Mudah Mendapatkan Rasa Percaya Diri

Untuk memudahkan Anda tingkatkan rasa percaya diri dan Mengatasi Rasa MINDER, inilah langkah-langkah yang bisa diterapkan dalam kegiatan sehari-hari.

  1. Mengatasi Rasa MINDER yang termudah adalah Berpenampilan baik.

    Cara ini sangat sederhana dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Cobalah memulai dengan berpenampilan baik saat beraktivitas.

  2. Menerima Diri Apa Adanya.

    Sadari dan terima kekurangan serta kelebihan Anda. Perbaiki kekurangan diri sendiri dengan beberapa langkah sederhana.

  3. Selalu Mengeksplor Kelebihan.

    Selain memperbaiki kekurangan, optimalkanlah kelebihan yang Anda punya. Tingkatkan terus apa yang menjadi keahlian Anda sehingga rasa percaya diri semakin bertambah.

  4. Menghargai Diri Sendiri.

    Hargai setiap prestasi atau pencapaian yang telah Anda lakukan sekecil apapun.

  5. Cari Teman yang Selalu Mendukung Anda.

    Lingkungan sosial seringkali mempengaruhi diri Anda untuk berkembang. Carilah teman-teman yang memang mau menyemangati Anda bukan menjatuhkan.

  6. Meningkatkan Pengetahuan dan Kemampuan.

    Ini juga cara yang penting untuk menumbuhkan keyakinan diri di depan banyak orang. Diana menyarankan supaya Anda terus mengembangkan skill yang sekiranya dibutuhkan untuk mengejar passion agar semakin maju dan berkembang.

  7. Menantang Diri untuk Lebih Maju.

    Tantang diri Anda supaya lebih berkembang. Bila ada peluang bagus di depan mata, coba kerjakan dengan berbagai persiapan meskipun Anda belum pernah melakukan sebelumnya.

Baca Juga:

15 Langkah Mudah Mendapatkan Rasa Percaya Diri

Tuntutan zaman membuat kita harus percaya akan kemampuan dan potensi diri.  Kalau minder masih anda budidaya, niscaya akan tersingkir dari perubahan.

Dengan membuang rasa minder tentu peluang menggapai yang dia inginkan akan tercapai dengan lebih mudah.

So, ubahlah pola pikir anda dari rasa minder menjadi percaya diri.

Salam bahagia..

DAFTAR PUSTAKA

  1. Carpenito, L.J, (1998). Buku Saku Diagnosa keperawatan(terjemahan), Edisi 8, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
  2. DepKes RI, (1989). Petunjuk Teknik Asuhan Keperawatan Pasien Gangguan Skizofrenia, Direktorat Kesehatan Jiwa, Jakarta.
  3. Keliat, B.A, (1994). Seri Keperawatan Gangguan Konsep Diri, Cetakan II, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
  4. Stuart, G.W & Sundeen, S.J, (1998). Buku Saku Keperawatan Jiwa (terjemahan). Edisi 3, EGC, Jakarta.
  5. Townsend, M.C, (1998). Buku Saku Diagnosa Keperawatan Pada Keperawatan Psikitari (terjemahan), Edisi 3, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Artikel sebelumnyamembahas tentang:

14 Hobi yang Dapat Menghilangkan Stress. Agar Anda lebih Bahagia

Tentang Penulis

Wulan Arumbi

Seorang Guru dan ibu bahagia yang selalu ingin belajar.
Lulusan Fakultas Sastra Universitas Sebelas Maret Solo.

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan