Perencanaan Karir untuk Fresh Graduate Bagian Keempat (Tamat)

Diposting: 23 Juli 2017 | Kategori Artikel: Karir & Perusahaan

Dilihat: 601 kali.

Penulis: Hesti Nur Lestari, S.Psi, MM, Psikolog.

Seri terakhir dari artikel Perencanaan Karir untuk Fresh Graduate dari PSYLine.id Psikologi Online Indonesia.

When You Dream, Remember D.R.E.A.M

Pursuing Your Dream with A Framework

Kembali ke pertanyaan besar seri tulisan ini:

Bagaimana ‘bertransformasi’ menjadi seorang profesional yang kredibel dan matang?

Perencanaan Karir untuk Fresh Graduate

Saya akan membantu dengan memperkenalkan sebuah ‘kerangka’ yang dapat dijadikan acuan. Acuan yang sepanjang proses pengembangan diri dan karir kamu sebagai seorang profesional. Kerangka ini merupakan pengembangan dari konsep dan pemikiran yang telah ada. Ditambah saripati dari pengalaman selama ini dalam membantu proses pengembangan diri. Khususnya dalam konteks pekerjaan dan karir.

Perencanaan Karir untuk Fresh Graduate: DREAM

Kerangka ini adalah “D.R.E.A.M Framework”:

  • D –   Dream
  • R –   Reality
  • E –   Effort
  • A –   Achievement
  • M –   Maturity
  1. Dream

    dream mimpi
    Dream adalah impian kamu, visi kamu; “something that you choose to be in the future”.

    Dream adalah bintang yang ingin kamu tuju.

    Dream perlu dirumuskan dengan jelas. Seperti cetak biru dari bangunan masa depan yang akan kita bangun. Karena untuk memulai proses transformasi diri dan pengembangan karir ini, kamu perlu memiliki arah yang jelas.

    Apa saja yang ingin kamu raih sebagai seorang profesional?
    Seperti apa gambaran sosok profesional yang ingin kamu wujudkan dalam dirimu?

    Dalam Dream kamu menyusun perencanaan masa depan kamu; you ‘envision’ your future and your “future self”.
    [envision: to imagine something as a future possibility; to form a mental picture of something – terjemahan dari Advanced Oxford Dictionary].

    Dalam tulisan setelah ini, saya akan uraikan dengan lebih detil mengenai Dream serta bagaimana menyusun visi profesional.

  2. Reality

    Reality kenyataan
    Sebagai titik awal untuk memulai proses mewujudkan Dream. Kamu perlu memahami tempat kamu berpijak sekarang. Your “present” reality, karena impian bisa setinggi bintang. Tapi untuk memulai perjalanan kaki perlu tetap menjejak bumi.

    Kamu perlu memetakan semua aspek reality yang melingkupi kamu saat ini.

    • Apa yang kamu miliki di dalam diri kamu dan apa yang ada di luar diri yang bisa mempengaruhi kamu?
    • Apa saja yang dapat mendukung atau mempermudah kamu?
    • Dan apa saja yang dapat menghambat atau menjadi faktor penyulit bagi kamu?

    Dalam tulisan-tulisan berikutnya, setelah menguraikan tentang Dream. Saya juga akan mengajak kamu memetakan Reality.

  3. Effort

    Effort kerja usaha
    Dream yang sama dengan Reality tidak bisa disebut dream. Karenanya, antara Dream dan Reality memang seharusnya selalu ada gap (kesenjangan). Perlu dijembatani dengan Effort atau upaya yang tepat dan persisten.

    Effort adalah setiap usaha, kerja, inisiatif, kesusahpayahan, pemecahan masalah, trial, keputusan, dan pilihan. Effort dilakukan untuk memperkecil kesenjangan antara Dream dengan Reality, hingga akhirnya kita bisa mencapai Dream.

    Seberapa kuat dan persisten Effort yang dilakukan menunjukkan besarnya motivasi dalam mencapai Dream.

  4. Achievement

    Achievement prestasi pencapaian
    Effort yang kamu lakukan dalam mencapai Dream akan mengantarkan kamu pada Achievement (prestasi atau pencapaian).

    Setiap perbaikan dan peningkatan yang tercapai, bagaimana pun kecilnya, adalah Achievement. Setiap pencapaian tujuan jangka pendek atau ‘tujuan antara’. ‘Tujuan kecil’ yang merupakan breakdown dari Dream yang lebih besar. Adalah Achievement.

    Bertambahnya pengetahuan dan kemampuan atau skills yang mendukung pencapaian Dream. Hal itu juga bisa dipandang sebagai Achievement.

    Adanya Achievement menandakan bahwa kamu tengah berprogress menuju Dream. Achievement adalah indikator bahwa kamu berhasil mendekatkan Reality selangkah lebih dekat dengan Dream.

    Karenanya, Achievement juga dapat dijadikan parameter untuk mengevaluasi seberapa efektif Effort yang telah dilakukan untuk mencapai Dream. Seberapa jauh atau seberapa dekat kamu dari Dream yang sedang dituju.

    Dari sini kita bisa menetapkan Effort apa lagi yang perlu kita lakukan. Apa Achievement berikutnya yang penting untuk kita raih. Hal itu untuk mendekatkan diri kita selangkah lagi dengan Dream.

  5. Maturity

    maturity Kematangan Individu Kedewasaan
    Biasanya diterjemahkan menjadi ‘kematangan’. Sementara pribadi yang memilikinya disebut individu yang mature (‘matang’).

    Maturity yang dimaksud di sini bukanlah dalam arti fisik atau usia biologis (seperti pada istilah ‘usia matang’). Namun lebih kepada maturity yang bersifat psikologis.

    Definisi klasik Psikologi yang masih sering dipakai mengartikan maturity secara umum. Sebagai kemampuan untuk berespon terhadap lingkungan secara ‘tepat’ dan ‘adaptif. Penggunaan kata ‘tepat’ (appropriate) dan ‘adaptif’ di sini menunjukkan bahwa maturity sangat terkait dengan konteksnya dan dapat bersifat subyektif.

    Pemahaman tentang Maturity bisa kit abaca di:

    Konsep Maturity atau Kematangan Individu dilihat dari Ilmu Psikologis.

So, when you dream, remember D.R.E.A.M.

Wechsler, David (1950). “Intellectual Development and Psychological Maturity”. Child Development Journal.

Semoga serial Artikel tentang Perencanaan Karir untuk Fresh Graduate dapat memberi manfaat bagi kita semua.

Artikel Terkait:

Perencanaan Karir untuk Fresh Graduate Bagian Pertama.

Perencanaan Karir untuk Fresh Graduate Bagian Kedua.

Perencanaan Karir untuk Fresh Graduate Bagian Ketiga.

Namun apabila Anda memiliki masalah dengan Perencanaan Karir untuk Fresh Graduate, Anda dapat Konsultasi Psikologi Online di PSYLine.id.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Salam bahagia.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

Pentingkah peringatan Hari Anak Nasional Setiap Tahunnya?

Tentang Penulis

Hesti Nur Lestari, S.Psi, MM, Psikolog.

Psikolog lulusan Universitas Indonesia,
Magister Business Management dari IPMI International Business School
Konsultan, Trainer, Asesor, Konselor, Aktivis Sosial
Ibu yang bangga dari 3 anak keren, life-long learner & penikmat seni.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog